Loading article…
Cek harga emas Antam di Pegadaian hari ini, 18 Juli 2026. Harga emas 1 gram Antam tercatat Rp2.711.000 di tengah ketegangan geopolitik global.
Harga emas Antam ukuran 1 gram di Pegadaian diperdagangkan pada level Rp2.711.000 per Sabtu (18/7/2026), mencerminkan volatilitas pasar di tengah ketegangan geopolitik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran [1]. Pergerakan harga ini menjadi krusial bagi investor domestik karena mencerminkan respons pasar lokal terhadap fluktuasi ekonomi global dan nilai tukar mata uang [3].
| At a glance | |
|---|---|
| Harga Antam 1g | Rp2.711.000 |
| Perubahan Harian | -Rp28.000 |
| Harga Buyback 1g | Rp2.408.000 |
| Harga Emas Dunia | $4.016,95/ons |
Data dari Galeri 24 Pegadaian menunjukkan penurunan harga emas Antam sebesar Rp28.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp2.739.000 [1]. Penurunan serupa juga terjadi pada harga buyback atau harga beli kembali, yang terkoreksi Rp25.000 menjadi Rp2.408.000 per gram [1]. Meski terdapat perbedaan data di berbagai platform yang mencatat fluktuasi harga yang beragam, tren emas batangan saat ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak [2, 3].
Di pasar internasional, harga emas dunia berada di level 4.016,95 dolar AS per ons pada penutupan Jumat (17/7/2026) [1]. Komoditas ini tercatat mengalami pelemahan lebih dari 3 persen sepanjang pekan ini [1]. Analis mengaitkan tekanan harga ini dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kenaikan harga minyak mentah [1]. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran inflasi global dan memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk meredam tekanan harga [1].
Ketegangan geopolitik meningkat setelah Teheran melancarkan serangan terhadap fasilitas Amerika Serikat di Timur Tengah, menyusul serangkaian serangan militer Amerika Serikat terhadap target di Iran selama enam hari berturut-turut [1]. Kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, yang dipicu oleh ketidakpastian global, turut berkontribusi pada pergerakan harga emas yang sulit diprediksi di pasar domestik [3]. Sementara itu, harga perak di pasar global tercatat berada di level 55,90 dolar AS per ons [1].
Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah terus menjadi variabel utama yang menggerakkan harga emas. Investor kini dihadapkan pada pasar yang sangat sensitif terhadap data makroekonomi dan perkembangan keamanan internasional.
Coverage is mostly measured — 292 of 300 reports stay neutral.
Every Monday — the token unlocks, Fed dates & catalysts set to move crypto and markets this week. So you’re never blindsided.
Free · 3-min read · one-click unsubscribe
AI-assisted synthesis by the TrendWatcher Editorial Desk · sourced from 4 outlets · Sep 1, 2026 · How we report
Gold is viewed as a safe-haven asset because it does not rely on any specific government or issuer, making it a reliable store of value during turbulent economic times. Investors and central banks often use gold as a hedge against inflation and currency depreciation.
Gold maintains an inverse correlation with the US Dollar, meaning that a stronger dollar typically keeps the price of gold controlled, while a weaker dollar often pushes gold prices higher. Because gold is priced in US dollars, the behavior of the currency is a primary factor in market movements.
Gold prices are driven by geopolitical instability, inflation risks, interest rate expectations, and the strength of the US Dollar. As a non-yielding asset, gold generally tends to rise when interest rates are lower and fall when the cost of money increases.
Gold mining profit margins have grown faster than the price of the metal itself, with all-in sustaining cost margins tripling since March 2024. This divergence occurs because operating leverage allows miners to capture additional profit when gold prices rise faster than the costs required to extract the commodity.