Loading article…
Harga emas di Pegadaian hari ini 31 Agustus 2026 turun, dengan UBS anjlok Rp15.000 per gram. Simak pergerakan harga emas dunia dan dampaknya bagi pasar.
Harga emas di Pegadaian mencatatkan penurunan pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, seiring dengan koreksi harga emas dunia yang menyentuh level terendah dalam hampir dua pekan. Penurunan ini dipicu oleh sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve, yang menekan daya tarik logam mulia sebagai aset tidak berbunga [1, 2].
| At a glance | |
|---|---|
| Harga Emas UBS (1g) | Rp2.639.000 |
| Penurunan UBS (1g) | Rp15.000 |
| Harga Emas Galeri 24 (1g) | Rp2.606.000 |
| Harga Emas Dunia (Spot) | US$ 4.423,84/ons |
Harga emas dunia mengalami koreksi sebesar 0,7% menjadi US$ 4.423,84 per ons pada pukul 02.04 GMT, level terendah sejak 19 Agustus [1]. Tekanan jual ini terjadi setelah Kepala The Federal Reserve, Kevin Warsh, memberikan pernyataan bernada hawkish di Jackson Hole, yang mengisyaratkan perlunya kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi menuju target 2% [1]. Pasar saat ini merespons dengan meningkatkan ekspektasi peluang kenaikan suku bunga pada September menjadi 57%, naik signifikan dari 36% sebelum komentar tersebut disampaikan [1].
Di pasar domestik, harga emas UBS ukuran 1 gram di Pegadaian turun Rp15.000 menjadi Rp2.639.000, dibandingkan dengan harga pagi hari sebesar Rp2.654.000 [2, 3]. Emas Galeri 24 juga mencatatkan penurunan sebesar Rp5.000 menjadi Rp2.606.000 per gram [2]. Sementara itu, harga emas Antam di Pegadaian terpantau bertahan di level Rp2.711.000 per gram [2]. Selain harga jual, harga buyback atau pembelian kembali di Pegadaian untuk ketiga jenis emas tersebut kompak turun sebesar Rp5.000 per gram [2].
Meskipun sentimen suku bunga menekan harga, pasar tetap memantau ketegangan geopolitik setelah pasukan AS menyerang peluncur rudal Iran di Pulau Larak pada Minggu [1]. Peristiwa ini memicu lonjakan harga minyak, yang biasanya menjadi perhatian investor di tengah ketidakpastian global [1]. Namun, fokus utama pelaku pasar saat ini tetap tertuju pada serangkaian data tenaga kerja AS yang akan dirilis minggu ini, termasuk laporan non-farm payrolls (NFP) dan klaim tunjangan pengangguran [1].
Ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter AS dan data ekonomi yang akan datang membuat pergerakan harga emas tetap volatil. Investor kini menanti apakah data tenaga kerja yang akan dirilis dapat memberikan katalis baru bagi pasar logam mulia [1].
Coverage is mostly measured — 292 of 300 reports stay neutral.
Every Monday — the token unlocks, Fed dates & catalysts set to move crypto and markets this week. So you’re never blindsided.
Free · 3-min read · one-click unsubscribe
AI-assisted synthesis by the TrendWatcher Editorial Desk · sourced from 4 outlets · Sep 2, 2026 · How we report
Gold prices are dynamic and fluctuate based on several factors, including global interest rate expectations, inflation data, and market demand. As of September 2024, strong U.S. labor market data and anticipated inflation prints are cited as factors influencing the price of Gold.
24 karat Gold is 99.99% pure, while 22 karat Gold is 92% pure. 24 karat Gold is generally considered too soft for jewelry making, making 22 karat Gold a more common choice for ornaments.
Investors can purchase Gold through physical forms such as jewelry, coins, and bullions, or through digital gold platforms. Digital Gold allows for online transactions and removes the need for physical storage.