# Inflasi Tahunan Indonesia Mei 2026 Capai 3,08 Persen

**Published:** 2026-05-04T00:00:00.000Z  
**Topic:** Inflation  
**Sentiment:** neutral  
**Publisher:** TrendWatcher — https://www.trendwatcher.in/article/b8f8d2d0-020d-43ba-88fd-b7c85e852db9

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 sebesar 3,08 persen, didorong kenaikan harga pangan dan jasa lainnya.

Laju inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 tercatat mencapai 3,08 persen secara tahunan (year-on-year) [1]. Angka ini mencerminkan tekanan harga yang terjadi di seluruh provinsi di Indonesia, dengan kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama [1].

**Key takeaways**
* Inflasi tahunan nasional pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen [1].
* Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan terbesar yakni 1,43 persen [1].
* Inflasi bulanan Mei 2026 mencapai 0,28 persen, meningkat dari posisi April 2026 yang sebesar 0,13 persen [1].
* Papua Barat mencatatkan inflasi tahunan tertinggi di Indonesia sebesar 5,94 persen [1].
* Sebanyak 17 provinsi di Indonesia mengalami tingkat inflasi tahunan yang melampaui angka nasional [1].

## Pendorong Utama Inflasi Tahunan
Kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pemicu utama inflasi tahunan dengan tingkat inflasi mencapai 4,94 persen [1]. Komoditas yang dominan mendorong kenaikan harga pada kelompok ini meliputi ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, cabai merah, serta Sigaret Kretek Mesin (SKM) [1]. Selain sektor pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan andil inflasi sebesar 0,70 persen, yang utamanya didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan [1].

Secara komponen, inflasi tahunan disumbang oleh komponen inti sebesar 1,66 persen, komponen bergejolak sebesar 1,02 persen, dan komponen harga yang diatur pemerintah sebesar 0,40 persen [1]. Komoditas seperti emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, biaya pendidikan tinggi, sewa rumah, dan mobil menjadi penyumbang utama pada komponen inti [1]. Sementara itu, komponen bergejolak dipengaruhi oleh kenaikan harga beras, daging sapi, serta berbagai jenis cabai [1].

## Variasi Inflasi Antarwilayah
Terdapat perbedaan tingkat inflasi yang signifikan di berbagai daerah di Indonesia. Papua Barat tercatat sebagai provinsi dengan inflasi tahunan tertinggi yang mencapai 5,94 persen [1]. Sebaliknya, Lampung mencatatkan tingkat inflasi tahunan terendah di angka 1,94 persen [1]. Secara keseluruhan, terdapat 17 provinsi yang mencatatkan inflasi tahunan di atas rata-rata nasional sebesar 3,08 persen [1].

## Why it matters
Pemantauan inflasi menjadi krusial bagi stabilitas ekonomi nasional karena dampaknya yang langsung dirasakan oleh daya beli masyarakat, terutama melalui harga pangan [1]. Dengan inflasi bulanan yang meningkat dari 0,13 persen pada April 2026 menjadi 0,28 persen pada Mei 2026, pemerintah terus memantau pergerakan harga komoditas strategis [1]. Data BPS ini menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dalam mengelola stabilitas harga di berbagai wilayah, mengingat disparitas inflasi yang cukup lebar antarprovinsi di Indonesia [1].

## Sources
1. Tirto.ID — [BPS Catat Inflasi Mei 2026 Capai 0,28 Persen secara Bulanan](https://tirto.id/bps-catat-inflasi-mei-2026-capai-028-persen-secara-bulanan-hw8z)
2. JPNN.com — [Papua Barat Duduki Posisi Puncak Provinsi Inflasi Tertinggi Pada April 2026](https://www.jpnn.com/news/papua-barat-duduki-posisi-puncak-provinsi-inflasi-tertinggi-pada-april-2026)

---
Cite as: TrendWatcher, "Inflasi Tahunan Indonesia Mei 2026 Capai 3,08 Persen", https://www.trendwatcher.in/article/b8f8d2d0-020d-43ba-88fd-b7c85e852db9
