Loading article…
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
Simak perkembangan harga emas dan perak Antam di awal 2026. Analisis pasar menunjukkan fluktuasi harga dipengaruhi sentimen ekonomi global dan suku bunga.
Harga logam mulia yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan tren fluktuatif di awal tahun 2026, seiring dengan pergerakan harga komoditas global. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, harga perak Antam tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 1.900 per gram menjadi Rp 49.800 per gram [2].
Key takeaways
Pergerakan harga logam mulia saat ini sangat dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter global. Di pasar emas, momentum bullish didorong oleh ekspektasi bahwa inflasi yang rendah dan melambatnya aktivitas ekonomi akan memaksa Federal Reserve menurunkan suku bunga secara agresif [1]. Analis Pasar Senior di FXTM, Lukman Otunuga, mencatat bahwa pelemahan dolar AS dan pembelian oleh bank sentral menjadi faktor pendukung utama kenaikan harga emas yang diproyeksikan berlanjut hingga tahun 2026 [1].
Di sisi lain, pasar perak Antam menunjukkan dinamika yang cukup tajam. Setelah sempat anjlok pada 9 Januari 2026 akibat aksi ambil untung oleh pedagang berjangka, harga perak kembali pulih pada hari berikutnya [2]. Analis menyebut bahwa gejolak pada harga perak ini tidak disebabkan oleh kekurangan stok global, melainkan adanya hambatan pasokan yang mendistorsi pasar [2]. Sepanjang awal Januari 2026, harga perak Antam tercatat mengalami kenaikan bertahap, termasuk lonjakan sebesar Rp 3.600 per gram yang terjadi pada 7 Januari 2026 [2].
Fluktuasi harga logam mulia menjadi indikator penting bagi investor dalam memantau kondisi ekonomi global [2]. Bagi investor, perak dan emas terus diposisikan sebagai aset lindung nilai, meskipun para analis memperingatkan bahwa volume perdagangan yang tipis dapat memicu volatilitas harga yang tajam [1, 2]. Ke depan, pasar akan terus mengamati data ketenagakerjaan dan angka inflasi Amerika Serikat, serta pertemuan kebijakan moneter dari bank sentral dunia seperti Bank of England dan Bank Sentral Eropa, yang akan menjadi penentu arah pergerakan harga logam mulia selanjutnya [1].
Coverage is mostly measured — 294 of 300 reports stay neutral.
Every Monday — the token unlocks, Fed dates & catalysts set to move crypto and markets this week. So you’re never blindsided.
Free · 3-min read · one-click unsubscribe
AI-assisted synthesis by the TrendWatcher Editorial Desk · sourced from 2 outlets · Jun 1, 2026 · How we report
As of September 11, 2026, at 12:05 p.m. ET, the spot price of gold was $4,370.78 per ounce.
Central banks buy gold to diversify their reserves and improve the perceived strength of their economy and currency during turbulent times. High gold reserves serve as a source of trust for a country's solvency.
Gold is priced in U.S. dollars, meaning a strong dollar typically keeps the price of gold controlled, while a weaker dollar is likely to push gold prices higher.
The ticker symbol XAU/USD tracks the spot price of one troy ounce of gold in U.S. dollars. The quoted price indicates how many dollars are required to purchase that single troy ounce.